Menjadi pemimpin bukan tentang siapa yang paling kuat, tapi siapa yang paling mau mendengarkan, belajar, dan melayani.

Guna meningkatkan skill kepemimpinan bagi pengurus OSIS dan anggota DP (Dewan Penggalang) yang baru, hari Jumat dan Sabtu, 24 dan 25 Oktober 2025, tim kesiswaan SMP Maria Assumpta Klaten, Pak Singgih, pak Dodik, dan ibu Tina, bersama tim dari Werkudara Institute mengadakan LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan). Ada beberapa kegiatan yang bisa menumbuhkan nilai Servant Leader dalam diri siswa, misalnya belajar mendefinisikan arti seorang pemimpin, belajar berpikir positif dan optimis terhadap segala sesuatu, belajar mendengarkan, mengemukakan pendapat, dan meyakinkan orang lain terhadap pendapat kita tanpa adanya unsur paksaan. Kegiatan menyampaikan pendapat ini diwadahi melalui kegiatan debat, dimana 1 kelompok berperan sebagai tim pro terhadap topik tertentu, dan kelompok lainnya menjadi tim kontra.

Ada juga sesi Social Mission, dimana siswa belajar melayani orang lain melalui mencari tahu mengenai sesuatu isu di masyarakat. Mereka diajak dan diberi kesempatan untuk memahami dan merasakan secara langsung tantangan yang dialami masyarakat sekitar melalui Social Mission.

Sebagai calon pemimpin masa depan, mereka juga berlatih keterampilan problem solving. Para trainer menyajikan topik-topik relevan dan peserta pun mengupas topik-topik tersebut, mendiskusikannya dengan teman 1 kelompok, dan mempresentasikan solusi dari permasalahan tersebut. Di hari terakhir, ada game yang dimainkan untuk mempererat aspek kerjasama dan kesolidan di antara sesama anggota pengurus OSIS dan DP.

Melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), para siswa belajar untuk memimpin dengan hati, bekerja sama dengan tim, dan bertanggung jawab atas setiap tindakan.